Kebayang enggak kalau lagi baca tulisan, baik itu artikel, teks atau karya tulis lainnya tanpa menggunakan tanda baca di dalamnya?
Apa yang akan terjadi?
Mari kita coba!
Kalimat puitis dari sastrawan kenamaan kita Joko Pinurbo berbunyi Jika masa kecilmu kau habiskan dengan membaca niscaya kepalamu akan bermandikan kata kata sampai di titik ini berkaca pada pengalaman Inggris dan Spanyol seperti dikutip di atas saya meyakini bahwa GLN tidak bisa lagi mengejar kuantitas tetapi kualitas atau bobot dari buku yang akan dibaca
Gimana? Nyeseknya sudah sampai ke ulu hati belum?
Yup, pasti saat baca artikel di atas, Sobat Penzi mengalami beberapa kesulitan. Entah itu sulit memahami
atau akhirnya memang enggak nyaman dibaca aja.
Memang tanda baca itu penting, ya?
Tentu penting, dong!
Soalnya, tanda baca dalam tulisan akan lebih membantu kita untuk memahami maksud dari teks tersebut.
Pengertian Tanda Baca
Tanda baca merupakan tanda yang dipakai dalam sistem ejaan, contohnya seperti titik, koma, titik dua. Tanda baca
ini berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda pada
sewaktu pembacaan.
Dalam sebuah tulisan, tanda baca memiliki beberapa kegunaan atau fungsi, antara lain:
Mengatur adanya jeda ketika kita membaca suatu kalimat;
Mengatur intonasi dalam pembacaan suatu kalimat;
Memberikan penegasan kalimat. Contohnya seperti kalimat tanya, kalimat perintah dan lain sebagainya;
Untuk menggambarkan struktur kata atau kalimat yang ada dalam sebuah tulisan;
Untuk menunjukkan tata kata yang ada di dalam sebuah tulisan.
Penggunaan tanda baca tentu enggak boleh sembarangan, dong. Kalau sembarangan, bisa-bisa pembaca enggak
tahu, nih, apa makna dari sebuah tulisan. Oleh karena itu, mari kita bahas satu-satu penggunaan tanda baca dalam
Bahasa Indonesia.
Penggunaan Tanda Baca Titik (.)
Kapan tanda baca titik digunakan?
Tanda baca titik memiliki beberapa fungsi, antara lain:
Tanda baca titik ini biasanya digunakan pada akhir kalimat pernyataan. Secara umum, kita pasti sudah tahu
Misalnya:
Justin Bieber akan konser di Jakarta.
Aku tidak sempat membeli bahan makanan untuk buka puasa.
Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya:
1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Daftar Wawancara
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka
Misalnya:
02.30.20 jam (2 jam, 30 menit, 20 detik)
00.10.30 jam (10 menit, 30 detik)
00.00.20 jam (20 detik)
Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan dan tempat terbit.
Misalnya:
Ervina Maharani. (2014). Panduan Sukses Menulis Penelitian Tindakan Kelas Yang Simpel Cepat
Teguh Triwiyanto. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
Misalnya:
Penduduk desa itu lebih dari 1.000.000 orang.
Anggaran gorden rumahku mencapai Rp990.000,00.
Biaya pengobatan kucingku mencapai Rp5.000.000,00
Tanda baca koma memiliki beberapa fungsi, antara lain:
Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Misalnya:
Apel, mangga, jambu, dan rambutan merupakan buah kesukaanku.
Mata pelajaran kegemaranku adalah matematika, sejarah, dan biologi.
Tanda koma digunakan sebelum kata penghubung. Contohnya seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk.
Misalnya:
Aku ingin membeli tiket konser BTS, tetapi uangku belum cukup.
Ini bukan milikku, melainkan milik kakakku.
Tanda koma digunakan untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
Misalnya:
Kalau ada dia, aku tidak akan datang.
Agar memiliki nilai yang bagus, kita harus berlangganan Zenius.
Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat,
Misalnya:
Dini siswa yang rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia berhasil mendapatkan beasiswa di universitas negeri.
Anak itu memang gemar menyanyi sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia lolos ajang pencarian bakat.
Tanda koma digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Misalnya:
10,5 m
25,3 kg
Rp600,50
Rp850,00
Penggunaan Tanda Seru (!)
Siapa yang kalau lagi baca chat dengan akhiran tanda seru, bacanya suka ngegas? Padahal, enggak semua yang pakai tanda seru itu berarti marah-marah, loh.
Tanda seru ini digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.
Misalnya:
Alangkah indahnya pulau Bali!
Mari kita dukung Gerakan Bebas Sampah di desa kita!
Datanglah ke sekolah tepat waktu!
Merdeka!
Penggunaan Tanda tanya (?)
Penggunaan tanda tanya, memiliki dua fungsi, yaitu:
Digunakan pada akhir kalimat tanya.
Misalnya:
Kapan kamu akan pulang ke Bali?
Siapa yang duduk di sebelahmu?
Digunakan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang masih disangsikan atau yang kurang dapat
- dibuktikan kebenarannya.
Misalnya:
Bu Juliana lahir pada tahun 1943 (?).
Di Indonesia terdapat lebih dari 100 (?) suku bangsa.
Penggunaan Tanda Titik Dua (:)
Penggunaan tanda titik dua antara lain:
Digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau sebuah penjelasan.
Misalnya:
Pasangan suami istri yang baru pindah itu membutuhkan: kursi, meja, dan lemari.
Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya:
Ketua : Nicolas
Sekretaris : Paramita
Bendahara : Ajeng
Digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
Ibu : “Bawa bekal ini, Nak!”
Bani: “Baik, Bu.”
Ibu : “Jangan lupa, jaga tempat bekalnya!”
Nah, itu dia penggunaan beberapa tanda baca yang benar. Gimana? Apakah sudah memahaminya dengan baik?
Jadi, jangan sampai salah penggunaan lagi, ya, Sobat Penzi!
Penulis : Safitri Apriliani Sukadijaya
Editor : Meila Siti Maulidiyah

Komentar
Posting Komentar